Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli, Teori, Tokoh Pemikiran, Bidang Kajian dan Khasiatnya

Sosiologi secara etimologi adalah perpaduan antara kata Socius dan Logos yang merupakan dari bahasa Yunani. Socius berarti masyarakat dan Logos berarti Ilmu. Sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat. Dalam buku karya August Comte yang berjudul Philosophie Positive menyebut bahwa ilmu tentang masyarakat yaitu sosiologi sebagai Fisika Sosial. Manfaat dan Khasiat sosiologi sangat penting untuk menganalisis berbagai kondisi masyarakat.

Dalam khasanah metode sosiologi juga menggunakan observasi atau pengamatan secara mendalam begitu juga dengan ilmu alam. Dengan menggunakan kacamata observasi itulah bagi Comte sosiologi adalah fisika sosial. Jika Ilmu alam seperti fisika atau matematika menempatkan kedudukan ilmunya untuk mengamati objek dari alam seperti bulan, bintang dan matahari. Sedangkan untuk sosiologi secara detail mengamati kondisi sosial, ekonomi, budaya dan politik di masyarakat. Hal inilah yang menjadikan sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat.

Perkembangan ilmu ini bermula di era abad ke 19 di daratan eropa pada saat Revolusi Industri.  Sosiologi sibuk dalam mengamati kondisi masyarakat secara umum di setiap lini karena dianggap penting untuk mengetahui kondisi dan perubahan sosial masyarakat di setiap balik sejarah hingga terciptanya tatanan masyarakat baru. Kekayaan analisi kritis dalam sosiologi dapat mengurai sendi – sendi dalam masyarakat serta bertujuan untuk membongkar fakta – fakta historis yang mempengaruhi perubahan dalam masyarakat.

Bentuk dalam masyarakat yang terungkap dalam bidang ke ilmuan sosial ini seperti konflik sosial, nilai sosial, kelas sosial, kelompok sosial, revolusi, pranata sosial dan lain – lain. Serta mengungkap garis sejarah masyarakat yang meliputi fase – fase seperti fase komunal primitif, perbudakan, feodalisme, kapitalisme dan komunal modren. Kondisi masyarakat yang terus dinamis membuat sosioolgi terus berkembang dan melahirkan tokoh – tokoh dari yang klasik, modren dan postmodern. Bahkan hingga saat ini kajian – kajian kritis dalam sosiologi turut mengalami perdebatan ilmiah sebagai bukti bahwa sosiologi tetap dialektis sebagai ilmu pengetahuan.

Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Tokoh Klasik

1. August Comte

Comte adalah pemikir yang berasal dari Prancis. Gagasan comte menilai sosiologi adalah sebagai kajian ilmiah dan ilmu pengetahun yang baru. Sosiologi bagi beliau merupakan studi ilmu pengetahuan positif tentang hukum – hukum dasar dari gejala sosial yang dibedakan menjadi dua yaitu sosiologi statis dan sosiologi dinamis.

Pengertian ini dipahaminya karena Comte kental akan cara pandang positifistik yang melihat sesuatu dengan pendekatan keilmiahan. Maka, dalam perspektif Comte memandang dunia masyarakat terbagi tiga hukum yaitu Teologi, Metafisik dan Positifistik atau Ilmiah. Sejak ini pula Comte memperkenalkan sosiologi di dunia ilmu pengetahuan. Bahkan Comte dengan gagasannya tersebut dianggap sebagai Bapak Sosiologi.

2. Emile Durkheim

Durkheim adalah salah satu pemikir yang fokus dalam studi masyarakat. Emile Durkheim fokus dalam studi masyarakat di aspek Fakta Sosial. Menurut Durkheim, Fakta sosial dalam masyarakat adalah sebuah kekuatan yang menggerakan individu – individu untuk bertindak dan berpikir. Jadi baginya, fakta sosial bersifat memaksa dan berada di luar individu.

Bentuk fakta sosial dalam kajian sosiologi menurut Durkheim seperti nilai sosial, struktur sosial, norma sosial. Karya Durkheim yang memaparkan kajian sosiologi termanifestasi dalam buku berjudul Rules of Sociological Method yang mengungkap fakta – fakta yang mempengaruhi fenomena bunuh diri dalam masyarakat.

3. Karl Marx

Marx adalah tokoh pemikir yang berpengaruh dalam bidang ilmu masyarakat. Sumbangan pemikiran Marx banyak mengundang perdebatan ilmiah. Fokus studi Marx adalah di titik Konflik Sosial dan Kelas Sosial. Menurutnya, sebuah tatanan masyarakat tercipta berasal dari pertentangan kelas yang saling kepentingan, antara kelas yang menindas dan tertindas. Marx juga membongkar sejarah perkembangan masyarakat dari fase komunal primitif, perbudakan, feodalisme, kapitalisme dan komunal modren.

Studi marx tersebut dalam perkembangan masyarakat merepresentasikan kelas sosial yang saling bertentangan dan saling merebut kekuasaan misalnya di fase kapitalisme antara kelas borjuis dan kelas proletariat. Karya Marx yang sangat dicintai adalah Das Kapital sebuah kajian kritis tentang siklus penindasan masyarakat. Slogan Marx yang terkenal adalah “ tujuan untuk mengetahui dunia adalah mengubahnya “. Pemikiran Marx mengundang tradisi kritik di antara para penggemarnya. Berdasarkan pada teori Marx, bermunculan teori-teori baru yang dikomandoi para pecinta Karl Marx, mereka dikenal dengan sebutan kaum Marxist yang memperkenalkan ide-ide Marxisme

4. Max Weber

Pemikiran Weber dalam memandang masyarakat sungguh bertolak belakang dengan pemikiran Durkheim. Weber memusatkan pemikirannya di titik tindakan sosial pada masyarakat. Tindakan Sosial dalam masyarakat menurutnya adalah instrumen untuk menciptakan sebuah masyarakat. Tindakan Sosial baginya adalah tindakan individu – individu yang secara rasional, bernilai dan bermotif untuk mempengaruhi individu – individu lain. Sosiologi Webber adalah cara usaha memahami dan melakukan sebuah interpersentasi atas tindakan sosial. Perspektif Webber dominan akan subjektif. Bahkan webber pun tidak sepakat dengan pemikiran marx dalam menilai kondisi masyarakat.

Tokoh Modern

1. George Herbert Mead

Mead dalam kaedah sosiologi memfokuskan studi kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok sosial menurut Mead, adalak kelompok yang menghasilkan sebuah perkembangan diri dan keadaan mental individu. Selain juga Mead mengkaji masyarakat dalam proses pengembangan diri, kesadaran dan kemampuan. Mead menjelaskan konsep Mind dan Self dalam masyarakat.

Mind adalah proses kemampuan diri seseorang yang di asah dengan kondisi dirinya sendri. Self adalah proses kemampuan diri untuk tumbuh yang disebakan oleh pengaruh dari orang lain. Mead juga menjelaskan bahwanya masyarakat yang berkembang dari serengkaian respon dari individu dan hal ini juga masyarakat bersifat mengontrol diri dan kemampuan.

2. Erving Goffman

Goffman menganggap manusia dalam masyarakat seperti di atas panggung sandiwara. Segala bentuk interaksi manusia berasal dari sifat manusia yang ekspresif. Cara mengekspresikan dri manusia dengan yang lain melalui pesan. Diri manusia dalam interaksi sangat berperan besar, menurut Goffman diri adalah hasil dari kerjasama yang di produksi baru dari setiap interaksi sosial.  Jadi baginya, masyarakat adalah sebuah struktur sosial yang entittas berfungsi untuk membentuk diri – diri sesuai kehendak mereka. Maka tidak heran jika ada seseorang yang memiliki gambar kepribadian yang sama di tengah masyarakat umum.

3. Peter L Berger

Fokus pembahasan Berger dalam sosiologi adalah realitas sosial. Realitas sosial menurutnya, haruslah di ungkap agar dapat mengetahui sebuah masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Realitas sosial seperti bayangan semu, jika tidak dibuktikan dengan metode ilmiah dan diobjektifkasi secara dengan pengungkap fakta dalam masyarakat. Teori yang terkenal dalam membuka tabir realitas adalah, Internalisasi, Eksternalisasi dan Objektifikasi. Teori tersebut menjadi pegangan untuk pengikut aliran pemikiran Berger.

Tokoh Postmodern

1. Mazhab Frankfurt

Mazhab Frankfurt adalah kumpulan intelektual progresif di Frankfurt School, Jerman. Intelektual Frankrurt di kenal dengan pemikiran yang kritis dalam memandang dunia. Bahkan  para intelektual tersebut juga banyak mengeluarkan kritik terhadap pemikir terdahulu seperti pemikir klasik Marx. Intelektual frankfurt banyak di pengaruhi marxisme dalam menganalisis dunia secara umum.

Menurutnya, masyarakat kapitalisme merusak pranata sosial karena tidak adanya emansipatoris. Tujuan dari mazhab frankfurt juga adalah menjadikan khasana intelektual sebagai alat melawan penindasan dan untuk menciptakan dunia dengan emansipatoris. Berikut sejumlah tokoh dari Mazhab Frankfrut, Max Horkheimer, Marcuse, Theodor Aldorno, Habermas. Pemikiran mazhab frankrurf juga disebut dalam sosiologi sebagai neo-marxisme.

2. Anthony Giddens

Giddens adalah salah satu pemikir modern yang dipengaruhi marxisme. Pokok dalam sosiologi, giddens memfokuskan dalam studi kehidupan manusia, kelompok sosial, dan konflik dalam masyarakat. Giddens juga mendefinisikan bahwa kesadaran masyarakat paling maju adalah kolektifitas. Namun, kesadaran kolektif tersebut lahir jika masyarakat dalam kondisi yang tidak normal atau tidak stabil perakara dari struktur masyarakat yang dominan mengisap dan membuat masyarakat tersubordinasi dari kehidupan. Kesadaran kolektif masyarakat akan berupa sebuah gerakan untuk menghadirkan perubahan sosial yang baru atau sebuah revolusi sosial.

3. Antonio Gramschi

Gramschi adalah pemikir dari Italia. Selain itu, Gramsci juga merupakan intelektual muda yang berhaulan marxisme. Gramsci lebih menekankan dalam analisinya pada kebudayaan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak di kontruksi dengan sistem sosial, ekonomi dan politik namun juga dengan kebudayaan. Cara kebudayaan mempengarui masyarakat dengan cara hegemoni. Hegemoni adalah sebuah cara dinamis untuk mempengarui kesadaran dan kebiasaan masyarakat. Hal ini terjadi karena faktor dari kelas sosial yang memegang kendali masyarakat.

Kelas sosial dominan menularkan kebudayaan agar masyarakat kebudayaan masyarakat menjadi homogen atau tunggal. Kondisi semacam itu akan merusak karakter kebudayaan masyarakat karena proses pemberian kebudayaan yang dominan dengan cara intimidatif. Gramschi di tempatkan dalam sosiologi sebagai pemikir kritis dalam melihat peran struktur sosial.

Bentuk – Bentuk Kajian dan Teori Sosiologi

1. Interaksionisme Simbolik

Interaksionisme Simbolik terdapat dua aliran. Pertama aliran yang berkiblat pada Chicago School yang di pimpin pemikiran Herbert Blumer, kedua interaksi simbolis dengan pemikiran George Herbert Mead. Kedua aliran tersebut memiliki perbedaan yang signifikan, Blumer studi terhadap manusia tidak bisa di lakukan dengan metode – metode yang di lakukan dengan objek benda atau alam. Interaksionisme simbolis ala Blumer berguna dalam kajian sosiologi sebagai teori untuk menafsirkan segala macam situasi dengan berbagai cara. Kebebasan subjektif lebih diutamakan oleh Blumer dalam melihat masyarakat.

Sedangkan interaksionisme simbolik menurut Mead adalah sebuah interaksi sosial individu dengan perantara sebuah tanda yang merepersentasikan pesan komunikasi di masyarakat. Pesan yang di sampaikan membawa sebuah nilai sosial. Objek pesan yang biasa ditemukan dalam kacamata pemikiran Mead adalah sebuah gambar, gesture tubuh dan tindakan antara individu. Esensi secara umum interaksionisme simbolik adalah suatu aktivitas manusia yang melahirkan sebuah pesan yang penuh dengan makna.

2. Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial menjadi hakikat yang penting mempelajari keadaan masyarakat. Setiap laju masyarakat adalah hasil karya dinamis karena masyarakat bersifat tidak statis artinya dapat berubah tergantung dari kondisi materil. Kondisi masyarakat dapat berubah disebabkan dari situasi supra-struktur sosial dan basic struktur masyarakat. Marx menjelaskan bahwa supra-struktur masyarakat adalah bangun tertinggi yang bearti sistem politik masyarakat, sedangkan basic struktur masyarakat adalah keadaan ekonomi. Keadaan masyarakat yang timpang antara supra dan basic mendorong akan terjadinya sebuah gejolak perubahan masyarakat yang besar.

Menurut Piort sztompka, kehendak masyarakat akan menuju perubahan di mulai sejak konflik kepentingan antar kelas sosial yang tidak adil. Kelas sosial yang tertindas akan bertindak kolektif secara bersama – sama agar dapat mengakses semua kebutuhan mereka dan membuat keadaan agar tidak mengalami ketimpangan yang berkelanjutan. Kunci dari perubahan sosial adalah partisipasi masyarakat. Perubahan sosial di masyarakat tidak akan perna selesai hingga titik tertentu. Sekecil masalah apapun di tengah masyarakat akan terjawab dari tindakan masyarakat secara bersama.

Metode Penelitian Sosiologi

Metode penelitian ini lahir menjadi kebutuhan untuk mengamati gejala – gejala sosial di masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu sosial murni yang mempunyai metode ilmiah dalam menjabarakan kondisi sosial masyarakat. Cara penelitian sosial ini akan dapat pengurai sebab akibat dari keadaan sosial masyarakat. Guna mempelajari objeknya Sosiologi membagi dua metode penelitian, yaitu:

1. Metode Penelitian Kualitatif

Pertama metode penelitian sosial Kualitatif dan Kuantitatif. Metode penelitian sosial kualitatif adalah metode yang memprioritaskan observasi sebagai primer. Pendekatan kualitatif dalam penelitian dapat berupa pendekatan historis, dimana bertujuan untuk membukan kontruksi bangunan sosial masa lalu secara sistemtis dan komprehensif. Pencarian bukti – bukti historis menjadi hal pokok dengan pendekatan historis. Bukti tersebut berupa wawancara langsung dengan pelaku sejarah, memverifikasi fakta – fakta yang termanifestasi dalam sebuah karya atau arsip atau penelusuran secara langsung dengan mengumpulkan faktor – faktor perubahan sosial.

Selain itu juga ada pendekatan secara komparatif, yaitu dengan cara menghubungkan sebab akibat dari sebuah peristiwa sosial dengan cara observasi mendalam dan analisis fenomena. Segala temuan sosial akan di korelasikan agar data menjadi valid. Kulitatif biasa di gunakan pada penelitian seperti biografi, autobiografi, studi kasus, historis, etnografi dan fenomenologi.

2. Metode Penelitian Kuantitatif

Sedangkan untuk penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang berfokus pada angka – angka yang menjadi sumber primer. Sebagai salah satu pendekatan adalah statistka. Statistik dalam sosiologi bertujuan untuk mengukur gelaja sosial secara matematis dan sistematis. Pendekatan ini sering digunakan untuk mengukur jumlah penduduk, jumlah kepemilikan lahan, jumlah tingkat partisipasi pendidikan. Hasil dari kuantitatif adalah data ajeg yang sangat objektif. Bagi peneliti sosiologi metode kuantitatif sangat lah dipertimbangkan dan sangat dipercayai untuk pengambilan data.

Macam – Macam Bidang Sosiologi

1. Sosiologi Pedesaan

Sosiologi pedesaan adalah bidang ilmu sosial masyarakat yang berfokus dalam kajian – kajian untuk mendalami dan mengetahu gejala sosial masyarakat di perdesaan. Masyarakat perdesaan yang problematik di pelajari secara konsitensi dan mendalam. Sosiologi perdesaan adalah fokus ke khususan untuk mempelajari kondisi masyarakat. Kondisi perdesaan yang di analisi dalam kajian ini meliputi keadaan alam yang mempengaruhi struktur sosial, nilai sosial, kesadaran sosial, konflik sosial dan prantan sosial.

Kajian budaya masyaarkat pedesaan juga di pelajari dalam sosiologi perdesaan. Kondisi masyarakat yang dominan petani adalah salah fokusan dalam bidang ini. Tokoh pemikir dalam sosiologi perdesaan adalah James Scott.

2. Sosiologi Industri

Industri dalam masyarakat adalah fase dalam masyarakat kapitalisme. Dalam kajian sosiologi industri berfokus dalam hubungan industri dan pekerja. Pekerja dalam industri di sebut buruh. Sedangkan pemilik disebut pengusaha. Hubungan antar kedua kelompok masyarakat inilah yang dianalisis.

Pakem dalam analisinya berkutat pada ketimpangan kondisi sosial hubungan kerja. Adanya ketimpangan atau tidak berangkat dari faktor – faktor seperti upah, waktu kerja, orientasi kerja, pembagian kerja dan kepemilikan.

3. Sosiologi Perkotaan

Masyarakat kota adalah masyarakat modernisasi. Kota rentan akan permasalahan sosial. Masalah sosial di kota juga tidak terlepas dari pengaruh ketimpangan ekonomi dan politik. Masalah tersebut juga akan menimbulkan gejala – gejala sosial seperti kriminisasi, sub – urban, kebijakan pemerintah, pedagang kaki lima. Selain itu juga mengkaji tentang fenomena urbaninsasi yang diukur dari jumlah penduduk yang migrasi ke kota berasal dari daerah – dearah apa saja.

4. Sosiologi Keluarga

Hubungan sosial keluarga yang menjadi fokus kajian sosiologi keluarga adalah hubungan sosial anggota keluarga antara lain orang tua dan anak, suami dan istri. Selain itu juga mempelajari permasalahan rumah tangga dari segi pembagian kerja antara suami dan istri, budaya patriarkis dan dominasi pengambilan keputusan di keluarga.

5. Sosiologi Kesehatan

Kajian sosiologi yang luas juga melirik bidang kesehatan. Kajian sosilogi kesehatan adalah di aspek hubungan sosial antara dokter dan pasien, memahami interaksi sosial manusia yang sedang sakit, peran instansi terhadap kesehatan masyarakat, pola hidup dalam masyarakat secara tradisional dan modern dan cara masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan.

Keunikan dalam kajian sosiologi kesehatan adalah mempelajari bagaimana interaksi sosial manusia yang sedang sakit karena manusia yang sakit cenderung tidak aktraktif dan diam. Sedangkan hubungan dokter dan pasien lebih pada emosional dan nilai sosial dalam pelayaan.

Khasiat Sosiologi di Berbagai Bidang Kehidupan

1. Kritis Terhadap Keadaan Sekitar

Sosiologi membuka cakrawala berpikir manusia untuk dapat menyelesaikan persoalan individu dan masyarakat. Materi dalam sosiologi adalah kumpulan – kumpulan catatan sejarah peradaban manusia dari yang buruk bahkan yang sukses tercipta untuk kesimbangan. Materi sosiologi yang di pahami akan membuat cara berpikir kita dalam memandang sesuatu keadaan tertentu tidak terlepas dari faktor sebab – akibat. Misalnya saja, kemiskinan yang terjadi saat ini akan mudah di nilai secara tepat dari faktor ketimpangan ekonomi yang menjadi akar masalahnya.

2. Mempunyai Tujuan untuk Merubah Keadaan yang Buruk

Masyarakat yang dinamis akan terus mencara kebeneran dalam meingkatkan tarap hidup. Keadaan yang buruk dalam ekonomi,sosial, politik dan budaya mengantar masyarakat untuk menciptakan keadaan yang baru. Dengan pemaham yang di ambil dari inti sari Sosiologi adalah bukan hanya untuk menafsirkan bentuk rupa dunia dan masyarakat namun untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

Solusi secara objektif akan terang dalam sejumlah teori – teori sosiologi yang diaplikasikan secara konsisten di tengah masyarakat. Misalnya adanya keadaan kriminalisasi yang membuat kondisi masyarakat kacau, jika menggunakan perspektif sosiologi tentu kita akan mengambil langkah penyelesaian dengan cara pengorganisiran masyarakat yang sedang kacau untuk mengakal adanya kekacau tersebut.

3. Meminimalisir Konflik Sosial

Beberapa konflik dalam masyarakat tidak jauh seputar perebutan kekuasan dan ketimpangan ekonomi. Adapun lainya konflik sosial terjadi lantaran persoalan etnis dan agama. Namun jika kita dapat memahami banyak materi sosiologi kita akan terang dalam melihat persoalan masyarakat terutama konflik dan bagaimana cara meminimalisirnya. Salah satu guna sosiologi adalah untuk menganalisis faktor dari muncul konflik ke permukaan masyarakat seperti kondisi tahun 1998, pada saat ini Indonesia diguncang badai krisis moneter yang menyebabkan kerusuhan.

Krisis moneter yang datang ke Indonesia tersebut lantaran sistem ekonomi indonesia tergantung dengan sistem ekonomi dunia dan akhirnya mengakibatkan kondisi sosial masyarakat kacau dan menuntu adanya sebuah tuntutan dari masyarakat untuk keluar dari masalah tersebut. Dalam menangani problem sosial lain yang menyebabkan konflik sebeneranya adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengemabilan keputusan dan menjadikan masyarakat sebagai salah satu instrumen menjalankan sebuah kekuasaan yang belangsung tanpa melihat status sosial ekonomi masyarakat.

4. Peka Terhadap Isu – Isu Sosial

Insting intelektual sosiologi adalah paham akan isu yang berkembang. Isu yang menyebar di masyarakat sungguh banyak dan luas. Jika kita tidak paham akan isu tersebut yang beredar tentu kita akan terbawa arus dan merugikan kita sendiri dan masyarakat. Dengan adanya kajian sosial kita akan dapat menilai isu yang berada dan siapa aktor dan maksud tujuan dari isu tersebut agar kita tidak terjebak dalam permasalahan tersebut.

Cara mengatasi hal tersebut untuk masyarakat umum adalah dengan mempublikasikan segala macam hasil dari penelitian dengan tujuan untuk transformasi kesadaran untuk masyarakat luas agar tidak mengambil tindakan yang salah dari setiap isu.

5. Emansipasi Sosial

Emansipasi berarti kesataraan akan hak dalam masyarakat. Sosiologi bermanfaat dalam masyarakat karena untuk memberikan wawasan mengenai kesataran atas hak di dalam masyarakat. Emansipasi juga berkhususan di aspek – aspek dalam masyarakat seperti emansipasi gender yang tujuan untuk menolakan adanya diskriminasi gender dalam masyarakat.

6. Bertindak lebih Rasional

Gagasan dalam sosiologi adalah berkutat pada rasionalitas dalam pikiran. Ketika pikiran telah memahami fungsi dari sistem sosial secara utuh tentu akan mempengaruhi tindakan sesorang dalam berinteraksi dan bertindak guna untuk berkontribusi agar masyarakat tetap dalam kondisi yang stabil dan jauh akan pertikaian yang di picu.

7. Memecahkan Masalah Secara Ilmiah

Gejala – gejala sosial yang berula terjadi dalam masyarakat. Gejala tersebut adalah faktor akumulasi dari perosalan yang tidak perna di temukan obatnya. Sosiologi berguna untuk memecahkan masalah tersebut secara ilmiah karena melalui pendekatan – pendekatan yang bermacam – macam untuk menelusuri sebab akibat dari masalah sosial. Misalnya saja, fenomena perpindahan penduduk ke kota di akibatkan kurangnya lapangan pekerjaan di desa yang berimbas lari penduduk mencari kerja ke kota.

Secara sederhana, fakta tersebut telah terurai dalam kajian sosiologi dalam menjawab masalah seperti demikian tentu dengan tranformasi kesadaran untuk meningkatan intelegensi agar masyarakatt desa mampu mengembangkan potensi desa agar tidak meninggalkan desa. Hal tersebut bisa saja digunakan sebagai alternatif dari fenomena urbanisasi dan gagasan seperti itu lahir dari bidang Sosiologi.